Recent Posts

Rabu, 06 Agustus 2008

Pembelajaran menggambar untuk anak


Anak-anak penuh ingin tahu, memiliki imajinasi yang alami, dan kreatif. Mereka belajar dengan mengalami sebagaimana mereka berinteraksi dengan orang-orang, atau benda-benda di lingkungannya. Anak-anak sangat tertarik dengan mengenai bagaimana sesuatu bekerja atau mengapa sesuatu terjadi sebagaimana sesuatu itu terjadi.

Setiap anak gemar menggambar dan mewarnai. Kegiatan ini, menurut pakar pendidikan, Drs Agus Moeliono, dari Yayasan Pendidikan Anangga Diipa, banyak manfaatnya. Tak terbatas untuk pengembangan seni, tapi juga sebagai penumbuh kreativitas, alat untuk mengungkapkan ide, perasaan, serta emosi anak. Lewat kegiatan ini pula, motorik halus anak dilatih dan akan sangat bermanfaat kala ia harus menulis di usia sekolah. “Otak kanan dan kiri serta nurani anak ikut terasah,” tambah Agus.

Definisi Observasi

Salah satu metode yang dapat digunakan dalam mengembangkan kreativitas anak adalah model observasi. Kekuatan observasi adalah cara untuk dapat mengetahuai, menghormati, dan menghargai anak. Ini dasar untuk membangun kepercayaan dan menjalin hubungan yang responsive diantara mereka.

Kekuatan observasi juga bersifat individual dan dapat merefleksikan obyek yang diobsevasi. Kita dapat mendefinisikan observasi sebagai belajar melalui melihat. Mengamati dan menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk membangun hubungan dengan anak sebagai individu dan memungkinkan anak menjadi pembelajar yang sukses.

Observasi juga membantu anak membangun hubungan dengan membuka keunikan setiap anak termasuk temperamen, kekuatan, kepribadian, gaya kerjanya, dan model ekspresi mereka.
Ada 4 pedoman yang membantu kita menjadi pangamat yang efektif yaitu:

  1. Mengamati setiap waktu. Melakukan pengamatan pada anak yang sama untuk melihat perubahan dan perkembangan pada anak.
  2. Melihat anak dalam siatusi yang berbeda-beda. Anak mungkin akan bersifat berbeda pada setiap situasi.
  3. Tetap berada pada batas garis apa yang kamu lihat. Ini membantu kita menjadi lebih intensif melakukan obsevasi, pola pencatatan,
  4. Mengamati aksi ke dalam dan ke luar. Mengobservasi selama anak bertindak dan merefleksikan tindakan mereka.

Definisi Menggambar

Untuk memahami apa sebenarnya menggambar itu, kita harus menemukan maknanya lebih dalam karena lain menggores-goreskan pinsil atau kuas dengan jari. Pada hakekatnya menggambar ini adalah pengungkapan seseorang secara mental dan visual dari apa yang dialaminya dalam bentuk garis dan warna. Menggambar merupakan wujud pengeksplorasian teknis dan gaya, penggalian gagasan dan kreativitas, bahkan bisa menjadi ekspresi dan aktualisasi diri. Pada intinya, menggambar adalah perpaduan keterampilan, kepekaan rasa, kreativitas, ide, pengetahuan, dan wawasan.

Menggambar bisanya digunakan untuk mengungkapkan suatu ide. Tidak hanya ide kreatif dari seorang seniman, setiap orang juga seringkali menggunakan gambar untuk menjelaskan buah pikirannya.

Ada beberapa metode dalam menggambar yang tujuannya mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak, yaitu :

  1. Menggambar dengan cara mengamati (observasi). Anak bisa menggambar dan mewarnai gambarnya sendiri tanpa menjiplak atau dengan contoh pola. Dengan demikian anak dapat melupakan observasi dengan cara menciptakan, bereksperimen, dan melampaui kemampuannya.
  2. Menggambar berdasarkan pengalaman/kenangan. Menggambar dengan metode ini lebih memotivasi anak untuk menggambarkan sesuatu berdasarkan pengalaman dan kenangannya. Saat latihan, guru harus banyak menggunakan pertanyaan untuk membantu mereka mengingat detail yang berarti dari pengalaman mereka.
  3. Menggambar berdasarkan imajinasi. Kejadian mendorong kita untuk keluar dan bisa diekspresikan dalam bentuk gambar, lukisan, dan model. Menggambar dengan imajinasi menjadi lebih efektif dengan latihan yang rutin.

Untuk pembelajaran menggambar anak usia 6-12 tahun kami menggunakan model pembelajaran observasi. Model ini kami kembangkan karena merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan pada belajar kreatif, belajar aktif, dan konstruktivis. Metode observasi langsung selain sebagai sumber yang baik sebagai konten, dia juga merupakan sumber imajinasi (area yang penting dalam perkembangan berpikir), pengalaman, ingatan, dan kejadian khusus (baik dan buruk) dalam kehidupannya (ini penting untuk perkembangan emosinya)

Model pembelajaran menggambar melalui observasi ini mempunyai dampak pengiring yang meliputi :

  1. Memotivasi anak untuk mengeloborasi hasil karyanya dengan pertanyaan terbuka yang membawa idenya dengan pengalaman yang dimiliki
  2. Memberi masukan tentang hasil karyanya, memberi keuntungan pada anak menjadi percaya diri.
  3. Melatih motorik halus, otak kanan dan otak kiri anak.
  4. Menyenangkan anak bahwa karya seni tidak ada masalah dengan bagaimana hasilnya.

Tujuan kami mengembangkan Pembelajaran Menggambar melalui Observasiyaitu :

  1. Mendorong kebiasaan bekerja kreatif.
  2. Merubah kebiasaan kerja dengan menggambar benda-benda yang tidak mudah digambar.
  3. Belajar tentang pentingnya sejarah seni, kritik seni, dan keindahan.
  4. Memberi keuntungan pada anak menjadi percaya diri.

Langkah-langkah Menggambar melalui Observasi :

1. Review dan Perkenalan

  • Guru menjelaskan tentang pelajar saat itu atau hubungan antara materi dengan pengantar yang disampaikan guru dan menjelaskan apa yang terjadi dan menjelaskan apa yang akan dilatih dan dipelajari dalam materi itu.

2. Preliminary Warm-up

  • Siswa diberi kertas ukuran 7×7 inci dengan lubang ditengahnya, untuk pinsil ukuran 6B sebagai pembuta untuk mencegah mereka melihat ke kertas gambar. Ini yang dimaksud dengan blinders.
  • Siswa berlatih membuat sketsa gambar tanpa melihat hasilnya untuk sesuatu yang pernah atau tidak pernah dia lihat. Mereka diberi alas berupa selembar aluminium yang lembut yang memudahkan mereka ketika membuat bentuk atau lengkungan.
  • Ada obyek yang dapat bergerak. Obyek ini sebagai subjek dari latihan menggambar sketsa (garis bentuk) secara buta.
  • Siswa diminta membuat sketsa di atas kertas gambar. Siswa menggambar obyek sesuai arah obyek, ini membebaskan siswa menterjemahkan gambar sehingga tidak konvensional. Tiap individu punya cara menterjemahkan sendiri.

3. Kegiatan Sesungguhnya

  • Siswa diminta untuk membuat gambar saty obyek yang besar dan berusaha untuk mengisi seluruh kertas.
  • Mereka diperbolehkan untuk mencoba beberapa kali sampai mereka mendapatkan sketsa yang dia mau.
  • Gunakan krayon. Siswa didorong untuk menambah tekstur dan pewarnaan.

Evaluasi

1. Memamerkan Hasil Karya

  • Sebagai pameran publik, perlu dicantumkan target guru dan tujuan pembelajaran karena dapat membantu mendidikan anak lain, guru lain, orang tua, tenaga administrasi, staf kebersihan, dan orang lain yang takjub pada apa yang ingin dipelajari.
  • Mengajarkan pada anak untuk membangun bagaimana display yang rapi bagi dirinya sendiri.

2. Diskusi Hasil Karya Siswa

  • Guru mempunya aturan utama dalam mengajukan pertanyaan dan diskusi ini dapat menguatkan artikulasi komentar siswa. Beberapa guru menemukan kesulitan dalam memberi penilaian karena mereka mudah melihat kesalahan pekerjaan siswa dan membicarakannya. Ketika kita membuat saran atau ketika kita mengatakan apa yang salah dari pekerjaan, secara tidak langsung kita mengira bahwa seni adalah cara yang pasti.
  • Siswa diperbolehkan menjadi pemiliknya sendiri. Siswa tidak perlu membuat kerja yang sempurna, tapi mereka membuat sesuatu yang menggambarkan usahanya sendiri.
  • Diskusi ini bisa menjadi bahan spekulasi. Pengamat karya seni bisa mengartikan hasil gambar siswa sesuai interpretasi mereka. Oleh karena itu siswa diminta untuk membuat judul, ini akan membantu mereka.
  • Kadang-kadang, gunakan pertanyaan tertulis dan pertanyaan terbuka yang bisa dijawab dengan beberapa cara.

3. Komponen-komponen dapat juga dinilai : goresan, kreativitas warna, komposisi, kerapihan, dan kesungguhan.

3 komentar:

dmn ya sya bs menemukan buku menggambar untuk AUD (peran ortu dlm mengembangkannya)??

memang sulit juga sih mbak lita, buku buku tersebut memang langka, coba deh cari di trimedia atau gramedia terdekat ?-)

ini sumbernya darimana ya?